Minuman manis sering jadi teman setia saat cuaca panas di Bali. Es teh manis, kopi susu kekinian, hingga minuman bersoda terasa menyegarkan dan mudah ditemukan. Tapi di balik rasanya yang nikmat, ada risiko kesehatan gigi yang sering dianggap sepele. Banyak dokter gigi Bali menemukan bahwa kebiasaan minum minuman manis tanpa disadari menjadi penyebab utama gigi berlubang dan masalah mulut lainnya.
Gula adalah sumber energi bagi bakteri di dalam mulut. Ketika kita mengonsumsi minuman manis, gula akan bereaksi dengan bakteri dan menghasilkan asam.
Asam yang dihasilkan dari proses tersebut dapat mengikis enamel gigi secara perlahan. Enamel yang terus melemah akan membuat gigi lebih sensitif dan akhirnya berlubang. Inilah alasan mengapa dokter gigi Bali sering mengingatkan pasien agar lebih bijak dalam memilih minuman sehari-hari.
Banyak orang mengira hanya soda yang berbahaya. Faktanya, minuman seperti teh manis, jus kemasan, hingga kopi susu juga mengandung gula tinggi. Bahkan minuman yang terlihat “sehat” bisa tetap berisiko jika dikonsumsi terlalu sering.7-
Masalah bukan hanya terletak pada jenis minumannya, tapi juga cara dan waktu konsumsinya.
Menyeruput minuman manis sepanjang hari membuat gigi terus-menerus terpapar asam. Kondisi ini lebih berbahaya dibanding minum sekaligus dalam satu waktu.
Saat tidur, produksi air liur berkurang. Jika gigi masih terpapar gula sebelum tidur, risiko kerusakan gigi akan meningkat karena tidak ada perlindungan alami dari air liur.
Kabar baiknya, kamu tidak harus benar-benar menghindari minuman manis. Yang penting adalah mengontrol kebiasaan.
Beberapa langkah sederhana yang sering disarankan dokter gigi Bali antara lain:
Jika gigi sudah terasa ngilu, berlubang, atau berubah warna, pemeriksaan lebih lanjut sangat disarankan.
Klinik seperti Omnident Bali melayani berbagai kebutuhan perawatan gigi dengan pendekatan yang nyaman dan modern. Mulai dari perawatan gigi berlubang hingga perawatan lanjutan, pasien bisa mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi gigi masing-masing. Lokasinya yang berada di Bali juga memudahkan akses bagi masyarakat lokal maupun pendatang.
Minuman manis memang menggoda, apalagi di tengah aktivitas padat dan cuaca panas Bali. Namun, konsumsi berlebihan dapat berdampak serius pada kesehatan gigi. Dengan memahami faktanya, mengubah kebiasaan kecil, dan rutin berkonsultasi ke dokter gigi Bali, risiko kerusakan gigi bisa diminimalkan. Gigi sehat bukan soal menghindari segalanya, tapi tentang menjaga keseimbangan dan perawatan yang tepat.
Copyright © 2025 Klinik Gigi Omnident Bali | Developed by Gleamore.id